Friday, June 20, 2014

Mengenal Videografi

 Mengenal Kamera MD-1000

Menu yang terdapat pada kamera Panasonic MD 10000 adalah :

1.      Basic
  •     Scene mode
  •     Rec speed
  •     Blank search
  •    Wind cut
  •    Clock set

2. Advance
  •     Sis
  •     Cinema
  •     Zoom
  •     Zoom mic (10x)
  •     Mic level
  •     Date/time
  •     Initial set

3. Setup
  •     Fade colour
  •     Audio rec
  •     Rec lamp
  •     Display
  •     Remote
  •     Beep sound
  •     LCD set
  •     EVF sen
  •     Power save

4. Language
  •     English
  •     Cina
  •     Arab
  •     Korea
  •     Spanyol
Menu-menu yang terdapat di dalam kamera Panasonic MD 10000
• AC Adaptor, DC input lead and AC main head
• Battery pack (lithium-ion)
• Infra-red remote controller
• External stereo microphone
• S-video cord
• AV cord
• Shoulder strap
• Head cleaning tape
• Lens cap
• Panasonic NV-MD10000 manual

  • Konektor yang terdapat dalam kamera Panasonic MD 10000 ada 5, yaitu :
a. S-Video
b. Firewire
c. USB
d. Audio-video
e. HDMI

Zoom yang ada pada kamera Panasonic MD 10000
Kualitas lensa kelas menengah dengan optical zoom sebesar 16X cukup untuk shooting dalam keadaan biasa. Disertakan pula digital zoom ‘hanya’ sampai 10x untuk menjaga distorsi gambar tidak terlalu banyak. Perlu diketahui, bahwa zoom secara digital akan membuat ketajaman gambar berkurang. Pada intinya Panasonic MD10000 ini didesain sebagai kamera professional dengan penggunaan yang semudah kamera amatir. Dan kamera ini dapat menggunakan lampu dan mic tambahan.


Cara untuk membersihkan head kamera :
- Cleaning tape digunakan dengan durasi tidak lebih dari 10 detik dalam posisi record. Jangan menggunakan cleaning tape untuk waktu lebih dari 10 detik karena akan memperpendek usia head drum anda.
- Cleaning tape yang anda miliki tampaknya tidak memerlukan cairan (semprot). Untuk DV camcorder, cara membersihkan head drum dengan disemprot mohon dihindari karena dapat merusak head drum.
Cara memasukan kaset mini DV yang benar :
• Cari kemudian buka tempat dimana kaset harus diletakkan (ada di sebelah
kanan )
• Tunggu hingga bagian dalam kamera tersebut terangkat dan membuka sendiri.
• Masukkan kaset mini DV (bagian yang berwarna merah berada di bawah dan bagian yang berlubang berada di dalam).
• Tekan bagian dalam kaset tempat diletakan, tunggu hingga bagian itu turun sendiri,kemudian baru tutup bagian luar tempat kaset.
Spesifikasi Panasonic MD 10000

Specifications

    Power Source : Battery pack: 7.2 V, AC adaptor: 7.9 V
    Power Consumption: : LCD monitor on: 3.3 W,
    LCD monitor off: 3.0 W
    Tape Format : Mini DV (Digital VCR SD format)
    Recording Time : SP: 80 min. with DVM80,
    LP: 120 min. with DVM80

Video

    Recording Format : Digital component
    Television System : CCIR: 625 lines, 50 fields PAL colour signal
    Video output : 1.0 Vp-p, 75 ohms (RCA)

Audio

    Recording Format: PCM stereo : 16 bit (48 kHz/2ch),12 bit (32 kHz/4ch)
    Audio output : 316 mV, 600 ohms (RCA)
    Mic input : -70 dBV, 5.6 kohms (stereo mini)
    Image sensor : 1/6” CCD x 3 (540k x 3 pixels, total)
    Lens : 10:1 variable speed power zoom lens, F1.8 – F2.8,
    focal length : 2.45 – 24.5 mm, filter diameter: 43mm
    Viewfinder : 0.33” colour LCD
    Monitor : 2.5” colour LCD monitor
    Digital interface : DV input/output (IEEE1394)
    Weight : Approx. 2 kg (without battery pack)
    Dimensions : Approx. 216 (W) x 225 (H) x 432 (D) mm

AC Adaptor

    Power source : AC 110 – 240V, 50/60Hz
    Power consumption : 20W
    Weight : Approx. 165g (without battery pack)
    Dimensions :  Approx. 70 (W) x 45 (H) x 116 (D) mm
    Weight and dimensions shown are approximate.
     Design, functions and specifications are subject to change without notice.
    All monitor pictures are simulated.
    This video camera is compatible with tapes that bear the Mini DV logo only.

v Dan ini berupa spesifikasi umumnya:

1.      3CCD Camera System

2.      Crystal Engine

3.      Shoulder-Type Design

4.      One Touch Navigation

5.      Manual Focus Ring

6.      10 lux colour night view

7.      10x optical zoom

8.      500x digital zoom

9.      Super image stabilizer

10.  DV IN/OUT Terminal

11.  5-mode programme AE: sports, portrait, low light, spot light, and surf & snow + SP/LP recording

12.  Back light compensation

13.  Cinema mode (16:9 aspect ratio)

14.  Infra-red remote controller

GERAKAN KAMERA

1.      Panning
Panning adalah gerakan kamera secara horizontal (posisi kamera tetap di tempat) dari kiri ke kanan atau sebaliknya. Atau Gerakan dari tengah ke kanan atau dari tengah kekiri,namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang di inginkan. Gerakan Pan secara perlahan menimbulkan perasaan menanti dalam hati penonton. Kadang–kadang panning cepat (Swish Pan) dilakukan untuk menghubungkan dua peristiwa yang terjadi di dua tempat. Jangan melakukan panning tanpa maksud tertentu. Sebelum melakukan panning hendaknya terlebih dahulu menentukan titik awal dan titik akhir dari shoot (adegan) yang akan direkam. Apabila kita mengikuti gerak seseorang yang sedang berjalan (Follow Camera) berilah ruang kosong di depannya, yang disebut leading space. Gerakan Pan dilakukan biasanya untuk:

-Menunjukkan gerak obyek (orang yang berjalan)

-Mempertunjukkan suatu pemandangan yang luas secara menyeluruh

2.      Tilting
Tilting adalah gerakan kamera secara vertikal (posisi kamera tetap di tempat) dari atas ke bawah atau sebaliknya. Atau gerakan keatas dan kebawah,masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang di dapatkan memuaskan dan stabil. Gerakan Tilt dilakukan:

-Untuk mengikuti gerak obyek (peluncuran roket – dsb)

-Untuk menciptakan efek dramatis, mempertajam situasi. Seperti halnya dengan gerak panning, tentukan dulu titik awal dan titik akhir shot.

3.      Tracking/Dolly
Track adalah gerakan kamera mendekati atau menjauhi obyek. Gerakan kamera di atas tripod dan dolly mendekati atau menjauhi objek. Jenis gerakan dolly: Dolly In (mendekati obyek) dan Dolly Out (menjauhi obyek). Gerakan yang di lakukan yaitu gerakan maju mundur,hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada Dolly yang bergerak adalah tripod yang telah di beri roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.

4.      Zooming
Zoom adalah Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauh objek,gerakan ini merupakan fasilitas yang di sediakan oleh kamera vidio, dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.

5.      Follow
Pengambilan gambar di lakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

6.      Framing
Framing adalah gerakan yang di lakukan oleh objek untuk memasuki [in] atau keluar [out] framing shot.

7.      Fading
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan.
Apabila gambar baru masuk mengantikan gambar yang ada di sebut fade in,sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan di gantikan gambar baru di sebut fade out.

8.      Crane Shoot
Merupakan gerakan kamera yang di pasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri  bersamaan kameramen,baik mendekati maupun menjauhi objek.

9.      Pedestal

Gerakan kamera diatas pedestal: Pedestal Up (kamera dinaikkan) dan Pedestal Down (kamera diturunkan). Dengan pedestal up/down bisa menghasilkan perubahan perspektif visual dari pemandangan.

10.  Crab

Crab merupakan gerakan kamera secara lateral atau menyamping, berjalan sejajar dengan obyek yang sedang bergerak. Dua macam gerakan crab: Crab left (ke kiri) dan Crab right (ke kanan).

11.  Crane

Adalah gerakan kamera di atas katrol naik atau turun

12.  Arc

Arc adalah gerakan kamera memutar mengitari objek dari kiri ke kanan atau sebaliknya.

13.  Zoom

Zooming adalah gerakan lensa mendekati atau menjauhi obyek secara optik, dengan mengubah panjang fokal lensa dari sudut pandangan sempit (telephoto) ke sudut lebar (wide angle) atau sebaliknya. Dua jenis zoom: Zoom in (mendekati obyek, dari Long Shot ke Close Up) serta Zoom Out (menjauhi obyek, dari Close Up ke Long Shot).

14.  Rack Focus

Rack focus adalah mengubah fokus lensa dari obyek latar belakang ke obyek di latar depan, atau sebaliknya, untuk mengalihkan perhatian penonton dari satu obyek ke obyek lainnya.

SUDUT PENGAMBILAN KAMERA

Camera Angle dalam pengertian karya audio visual berati Sudut pengambilan gambar yang menekankan tentang posisi kamera berada pada situasi tertentu dalam membidik obyek. Pernyataan ini menegaskan, bahwa kamera yang dipakai dalam membidik obyel atau dengan istlah lebih populer “Obyek dalam View Camera” itu,menggambarkan tentang keberadaan kamera berada diposisi mana dalam keadaan seperti apa.

Camera angle adalah sudut dimana kamera mengambil gambar suatu obyek, pemandangan atau adegan. Dengan sudut tertentu kita bisa menghasilkan suatu shot yang menarik, dengan perspektif yang unik dan menciptakan kesan tertentu pada adegan yang sedang kita tayangkan..

Pemakaian Camera Angle ini diharapkan dapat menghasilkan suatu peristiwa atau keadaan obyek dalam bidikan kamera agar lebih terlihat menarik dan mampu mengilustrasikan kedinamisan suatu keadaan. Setiap hasil bidikan dalam pandangan kamera mempunyai kandungan makna dan nilai tertentu dari jenis angle yang dipakainya. Secara lengkap tentang jenis-jenis Camera Angle tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

1.      Normal Angle

Posisi kamera sejajar dengan ketinggian mata obyek yang diambil.

2.      High Angle (Bird eye view)

Posisi kamera lebih tinggi dari obyek yang diambil.

3.      Low Angle (Frog eye view)

Posisi kamera lebih rendah dari obyek yang diambil.

4.      Obyektive Kamera

Tehnik pengambilan di mana kamera menyajikan sesuai dengan kenyataannya.

5.      Subyektive Kamera

Tehnik pengambilan di mana kamera berusaha melibatkan penonton dalam peristiwa. Seolah-olah lensa kamera sebagai mata si penonton atau salah satu pelaku dalam adegan.
4.      Top Angle
Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi tepat di atas obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 12.00.
·          Fungsi teknik ini menjelaskan tentang obyek yang dibidik itu dalam keadaan tertekan, misalkan untuk pengadegan obyek dalam keadaan sedih, karena sedang dimarahi oleh ayahnya atau juga seseorang yang lagi diputusin hubungan dengan ceweknya. Pada keadaan yang ramai dimana obyek bidikan banyak akan mengisyaratkan suatu obyek terlihat lebih kecil dan menunjukkan kesan perspektif menurun
·         Teknik Top Angle hanya digunakan dalam keadaan tertentu, dan hanya dipakai beberapa kali saja dalam suatu alur cerita. Teknik ini tidak boleh digunakan terlaluu mendominasi dalam suatu babak alur cerita, namun hanya sebagai aksen saja agar gambar yang dihasilkan itu lebih menarik dan terkesan dramatik.
·         Teknik Top Agle lebih menarik lagi hasilnya jika dipandu dengan teknik Moving Camera. Misalkan penerapan scene pada pengdegan kejar-kejaran 3 buah pesawat tempur yang saling naik dan turun dalam view antar pesawat, ketika pesawat tertembak sayapnya maka pesawat berputar-putar jatuh ke bawah, saat itulah pengambilan gambar Top Angle dilakukan dengan view penerbang yang berteriak ketakutan dan bumi secara bergantian seperti adegan dalam film “TOP GUN” atau “IRON EAGLE”.
·          Pengadegan yang menunjukkan pemakaian TOP ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, baik shhoting di dalam ruangan (INT) maupun di luar ruangan (EXT)
15. High Angle/Bird View Angle
Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di atas obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 12.05. sampai 15.00, atau sudut 5 derajat samap 90 derajat. Pengertian lain menyamakan dengan istlah Bird View Angle dengan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada diatas obyek dengan kemiringan tertentu dan posisinya bisa berada disekitar atas obyek, bisa kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirectnya.

Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil.
Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi.
Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak asing lagi bagi anda.

Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,pengambilan gambar yang seperti ini memilki arti  yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

High Angle. Istilah ini dipakai ketika kita mengambil gambar dari sudut tinggi. Letak kamera lebih tinggi dari pada objek sehingga kamera menunduk kebawah. Angle ini menimbulkan efek kecil atau luas.(bila pada model, maka wajh akan tampak lebar dan kaki kecil)

Bird eye. Istilah ini dipakai ketika kita mengambil gambar dari sudut super tinggi dan jarak jauh. biasanya dipakai ketika ingin mendapatkan efek keramaian (keramaian di pasar misalnya) atau luas (gurun). untuk mendapatkan gambar seperti ini kita perlu berada di tempat yang tinggi (puncak gunung, bukit) atau bila dalam vidio biasa mekakai helicopter atau jimmy jeep. efek ini disebut bird eye karna gambar yang di dapat seperti penglihatan burung ketika terbang diangkasa.

Posisi kamera lebih tinggi di atas mata, sehingga kamera harus menunduk untuk mengambil obyeknya. High Camera Angle sangat berguna untuk mempertunjukkan keseluruhan set beserta obyek–obyeknya. Dengan High Camera Angle bisa diciptakan kesan obyek nampak kecil, rendah, hina, perasaan kesepian, kurang gairah ataupun kehilangan dominasi.
·          Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi tertekan, dan pandangan obyek dalam bidikan kamera terlihat lebih kecil. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan kesan luas seperti menceritakan tentang pemandangan alam misalnya suasana pedesaan dengan kesegaran pepohonannya atau suasana perkotaan yang dipenuhi dengan gedung-gedung pencangkar langit.
·          Penggunaan teknik ini juga hanya sebagai aksen saja dalam menciptakan gambar agar lebih terlihat menarik dan dramatik. Prosentase penggunaan tak lebih dari 5 % saja dari keseluruhan total pengambilan gambar dalam suatu cerita.
·          Teknik ini akan menciptakan gambar lebih baik lagi jika digabungan dengan Moving Kamera sehingga obyek terlihat lebih hidup dalam memerankan karakter yang diperankannya. Pemakaian alat untuk menerapkannyapun bermacam macam bisa mengunakan tangga, naik gedung bertingkat, pakai jimyjeep atau Camera Cranes dan juga bisa menggunakan helycopter seperti film-film produksi Amerika yang teknik pengambilan gambarnya sungguh mengagumkan.
·         Pengadegan yang menunjukkan pemakaian HIG ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti suasana perkotaan dengan gedung-gedung pencangkar langit yang terlihat kecil dan meluas serta kerumunan penonton yang berjubel mencerminkan detil obyek dalam bidikan kamera.
16.  Normal Angle/Eye Level Angle
Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di sejajar dengan pandangan mata, baik berdiri maupun ketika duduk antara obyek dan kamera dikedudukannya sejajar, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 03.00/15.00 bisa juga dengan pukul 09.00/21.00. Pengertian lain menyamakan dengan istlah sudut 90 derajat dengan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada sejajar dengan obyek dalam pandangan mata secara horizontal, dimana dalam praktek pengambilannya bisa berada di kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirectnya.
Pada posisi normal angle, kamera ditempatkan kira–kira setinggi mata obyek. Tentu saja normal angle sangat tergantung pada tinggi obyek yang di-shooting. Bila kita merekam sekelompok anak kecil yang sedang bermain, normal angle untuk orang dewasa terlalu tinggi, maka kamera harus diturunkan supaya setinggi mata anak–anak.
  Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan dramatik tertentu yang di dapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkna pandangan mata seseorang yang berdiri.
·          Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi dalam keadaan normal atau kegiatan seperti sehari-hari dilakukan. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan kegiatan apa saja dalam dari obyek yang dibidiknya, misalnya orang yang lagi menatap sesuatu, orang yang lagi melakukan penjamuan makan malam serta kegiatan-kegiatan sehari-hari lainnya.
·         Dalam implementasinya, penggunaan teknik ini sangat mendominasi dalam deretan freme yang mengilustrasikan suatu cerita. Prosentase penggunaannya lebih dari 80 % dari total durasi yang diceritakan, dengan berbagai macam bentuk frame yang ditampilkan. Pada kepentingan lain, penggunaan teknik ini juga bisa dipadukan dengan teknik moving camera entah dari Top Angle maupun dari Low Angle bergerak secara perlahan hingga kamera berhenti tepat sejar dengan pandangan mata obyek
·         Pengadegan yang menunjukkan pemakaian EYE LEVEL ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti suasana pemandangan perumahan, orang menatap sesuatu serta obrolan dimeja makan adalah cerminan kegiatn normal dalam kehidupan sehari-hari.
17. Low Angle

Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle. Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau kejayaan.
Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk membuat sebuah karakater monster atau manusia raksasa.

Low angle . Istilah ini dipakai ketika kita mengamnbil gambar dari sudut rendah. Letak kamera berada dibawah objek (point of interest). Efek yang ditimbulkan dari sudut pandang ini adalah kesan besar atau raksasa. Teman-teman pasti inget kan film ultraman atau power ranger waktu kita kecil dulu ? yah… untuk mendapatkan efek membesar menjadi raksasa seringkali digunakan trik kamera ini. Juga pada gedung-gedung agar terlihat lebih megah maka biasanya sudut low angle sering jadi favorit para fotografer.

Posisi kamera di bawah ketinggian mata obyek, sehingga kamera harus mendongkak untuk merekam obyek. Dengan Low Camera Angle cenderung menambah ukuran tinggi objek serta memberikan kesan kuat, dominan dan dinamis.
·         Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di bawah obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 15.05. sampai 17.50, atau sudut 95 derajat samap 170 derajat. Pengertian lain memberikan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada dibawah obyek dengan sudut kemiringan tertentu ke arah bawah dan posisinya bisa berada disekitar bawah obyek, bisa kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirectnya.
·         Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi berkekuatan tinggi terlihat perkasa, dan pandangan obyek dalam bidikan kamera terlihat perspektif yang meninggi hingga sang obyek seperti sorang jagoan yang macho. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan genre film atau sinetron/FTV horor, action dimana pengaplikasiannya menunjukkan detil obyek secara jelas dengan karakter yang dibawahnya. misalnya suasana Suasana yang menceritakan 2 orang lagi bertengkar, dan si tokoh yang menjadi jagoan akan lebih kuat kika ekspresi kemarahannya diambil secara jelas dengan teknik Low Angle.
·         Penggunaan teknik ini juga hanya sebagai aksen saja dalam menciptakan gambar agar lebih terlihat menarik dan dramatik dilhatnya. Prosentase penggunaan tak lebih dari 5 % saja dari keseluruhan total pengambilan gambar dalam suatu alur cerita yang difilmkan.
·         Teknik ini akan menciptakan gambar lebih baik lagi jika digabungan dengan Moving Camera sehingga obyek terlihat lebih hidup dalam memerankan karakter yang diperankannya. Pemakaian alat untuk menerapkannyapun bermacam macam bisa mengunakan tangan sambil jangkok, atau dengan menggunakan dolly Rell Camera,jimyjeep atau Camera Cranes seperti film-film produksi Amerika yang teknik pengambilan gambarnya sungguh mengagumkan.
·         Pengadegan yang menunjukkan pemakaian LOW ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti terlihat salah satu seorang juru kamera yang sedang melakukan pengambilan gambar. Film Coboy produksi dari Amerika mengilustrasikan dua orang yang siap tempur dalam suatu arena.
18.  Frog Angle
Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi di sejajar dengan alas dimana posisi kamera berdiri dalam ketingihan kurang lebih 30 cm. Pengertian lain menyamakan dengan penjelasan bahwa pengambilan teknik ini dilakukan dengan posisi kamera berada sejajar alas kamerah misalnya tanah, lantai ataupun meja dimana obyek yang di bidik berada diatasnya. Dalam praktek pengambilannya teknik ini bisa berada di kiri, kanan, depan maupun dibelakang obyek tergantung dari permintaan sutradara yang mendirectnya.
Frog eye. Istilah ini dipakai ketika kita mengamnbil gambar dari super super rendah dan jarak dekat. biasanya dipakai ketika ingin mengesankan megah atau besar (misal ketika kita memotret bangunan tinggi dari bawah). masing inget film ultraman kan ? ya… untuk mengesankan ultraman berubah menjadi raksasa maka kameraman menggunakan angle ini. Disebut frog eye karena dengan sudut ini maka seperti penglihatan seekor katak.
·         Fungsi teknik ini adalah untuk menciptakan karakter obyek menjadi dalam keadaan lebih jelas. Teknik ini juga cocok dipakai untuk menerangkan kegiatan apa saja dalam dari obyek yang dibidiknya, misalnya mobil yang melesat di jalan raya, Tampilan binatang dengan menunjukkan detil karakter dari obyek yang dibidik agar terlihat dramatis.
·         Dalam implementasinya, penggunaan teknik ini hanya sebagai pelengkap untuk mevisualisasikan obyek, sehingga pengambilan gambarnya hanya sebagian kecil saja dan prosentase penggunaannya tak lebih dari 3 % dari total durasi yang diceritakan, dengan berbagai macam bentuk frame yang ditampilkan. Pada kepentingan lain, penggunaan teknik ini juga bisa dipadukan dengan teknik moving camera entah dengan menggunakan doly rell camera dengan istilahnya Track In, dari kejauhan menuju kedekatan obyek.
·         Pengadegan yang menunjukkan pemakaian FROG ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti suasana keceriahan seorang ayah kepada anaknya yang lagi bersenang-senang di depan halaman rumahnya. Pandangan rendah adegan mobil yang melesat di jalan raya atau suasana sepi jalan raya serta tampang dari seekor anjing penjaga rumah yang sedang melet-melet itu *
19.  Bottom Angle
Teknik pengambilan gambar oleh juru kamera yang memposisikan kamera berada dalam posisi tepat di bawah obyek bidikan, atau setara dengan arah jarum jam menunjuk angka pukul 06.00. atau 18.00.
·         Fungsi teknik ini menjelaskan tentang obyek yang dibidik itu dalam keadaan diatas, misalkan untuk pengadegan obyek dalam perjalanan di sebuah hutan disampingnya terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi. Untuk mendapatkan gambar yang dramatik maka perlu adanya visualisasi pohon yang dilihat oleh tokoh karena ada kapal terbang yang melewati di atas kepalanya, sehingga secara otomatis tokoh akan melihat ke atas. Pada keadaan tertentu bidikan dari teknik ini akan berkesan menimbilkan perspektif yang dalam dengan suasana meninggi.
·         Teknik Bottom Angle hanya digunakan dalam keadaan tertentu, dan hanya dipakai beberapa kali saja dalam suatu alur cerita. Teknik ini tidak boleh digunakan terlaluu mendominasi dalam suatu babak alur cerita, namun hanya sebagai aksen saja agar gambar yang dihasilkan itu lebih menarik dan terkesan dramatik.
·         Teknik Bottom Angle lebih menarik lagi hasilnya jika dipandu dengan teknik Moving Camera. Misalkan penerapan scene pada pengadegan kejar-kejaran 3 buah pesawat tempur yang saling naik dan turun dalam view antar pesawat,dalam misisnya membom musuh yang terdampar di dalam hutan, ketika pesawat berada di atas, maka obyek yang juga seorang tentara itu akan menembakinya secara memberondong dengan memutar badannya mengikuti pergerakan pesawat tersebut.
·         Pengadegan yang menunjukkan pemakaian BOTTOM ANGLE dalam beberapa frame pada saat melakukan shooting dilapangan, seperti terlihat salah satu pesawat tempur yang melesat di atas awan, pepohonan yang terlihat mengecil membentuk perspektif yang meninggi dalam view orang yang melihat pohon tersebut di bawahnya, ini semua dapat dilihat pada film-film hasil produksi dari Amerika yang menggunakan teknologi tinggi itu.

v TYPE TYPE ANGLE KAMERA

    Angle Kamera Obyektif

Kamera ini melakukan pengambilan gambar mewakili pandangan penonton. Penonton menyaksikan peristiwa yang dilihatnya melalui mata pengamat yang tersembunyi. Angle kamera ini tidak mewakili pandangan siapapun dalam film, kecuali pandangan penonton atau netral. Aktor seolah-olah tidak menyadari keberadaan kamera dan tidak pernah memandang kamera. Jangan pernah seorang pemain melihat ataupun melirik ke lensa, bila itu terjadi, maka adegan tersebut harus diulang. Sebagian besar adegan film disajikan dari angle kamera yang obyektif.

2.      Angle Kamera Subyektif

Kamera subyektif merekam film dari titik pandang seseorang. Penonton ikut berpartisispasi dalam peristiwa yang disaksikannya sebagai pengalaman pribadinya. Penonton ditempatkan ke dalam film baik dia sendiri sebagai peserta aktif, atau bergantian tempat dengan seorang pemain dalam film dan menyaksikan kejadian yang berlangsung melalui matanya. Penonton juga dilibatkan dalam film, yaitu ketika seorang pelaku dalam adegan memandang ke lensa, maka terlihat penonton diajak berinteraksi dengan pelaku. Contoh: presenter, VJ.

3.      Angle Kamera Point of View

Angle ini merekam adegan dari titik pandang pemain tertentu. Point of View adalah objective angle, tapi karena ia berada antara obyektif dan subyektif, maka angle ini harus ditempatkan pada obyek yang terpisah dan diberikan pertimbangan khusus.

JENIS-JENIS SHOT

·         Extreem Close-up [ECU]

Pengambilan gambar sangat dekat sekali,hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek.

Fungsinya untuk kedetilan suatu objek. Shot yang menampilkan detail obyek. Misalnya mata, hidung, atau telinga.

·         Big Cloe-up[BCU]

Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek. Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang di keluarkan oleh objek. Shot yang menampilkan bagian tubuh atau benda tertentu sehingga tampak besar. Misal : wajah manusia sebatas dagu sampai dahi.
·         Close-up[CU]
Ukuran gambar hanya sebatas dari ujung kepala hingga leher. Shot yang menampilkan dari batas bahu sampai atas kepala.
Fungsinya untuk memberi gambaran jelas tetang objek.
·         Medium Close-up[MCU]
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada. Shot yang menampilkan sebatas dada sampai atas kepala. Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.
·         Mid Shoot[MS]
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang. Fungsinya memperlihatkan  sosok objek secara jelas. Shot yang menampilkan sebatas pinggang sampai atas kepala.
·         Kneel Shoot[KS]
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut.
Funsinya hampir sama dengan  Mid Shoot.
·         Full Shoot[FS]
Pengambilan gambar penuh dari  kepala hingga kaki.
Fungsinya memeperlihatkan objek beserta lingkungannya.
·         Long Shoot [LS]
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Fool Shoot.
Untuk mnujukan objek dengan latar belakangnya.
·         Extreem Long Shoot [ELS]
Pengambilan gambar melebihi long Shoot,menampilan linkungan si objek secara utuh.
Untuk menunjukkan objek tersebut bagian dari lingkungannya.
·         One Shoot
Pengambilan gambar satu objek.
Fungsinya  memperlihatkan seseorang atau benda dalam frame.
·         Two Shoot
Pengambilan gambar 2 objek
Untuk memperlihatkan adegan 2 orang yang sedang berkomunikasi.
·         Three Shoot
Pengambilan gambar 3 objek untuk memperlihatkan 3 orang yang sedang mengobrol.
·         Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek
Untuk memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan aktifitas.

·         TS (Total Shot)

Shot yang menampilkan keseluruhan obyek.

·         ES (Establish Shot)

Shot yang menampilkan keseluruhan pemandangan atau suatu tempat untuk memberi orientasi tempat di mana peristiwa atau adegan itu terjadi.

·         OSS (Over Shoulder Shot)

Pengambilan gambar di mana kamera berada di belakang bahu salah satu pelaku, dan bahu si pelaku tampak atau kelihatan dalam frame. Obyek utama tampak menghadap kamera dengan latar depan bahu lawan main.


GERAKAN OBJEK

a.      Kamera sejajar objek

Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek,baik kekiri maupun kekanan

b.      Walking [In/Out]

objek bergerak mendekati[in] maupun menjauhi [out]  kamera.

Nah itu tadi merupakan beberapa teknik dalam pengambilan gambar menggunakan kamera video. Namun ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Dan elemen penting tersebut meliputi:

1. Motivasi

2. Informasi

3. Komposisi

4. Suara

5. Sudut Kamera

6. Kontinuitas

Selain teknik-teknik maupun tatacara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen ada hal lain yang harus di miliki yakni sense of art atau rasa seni, karena gambar yang di ambil oleh kameramen merupakan karya seni.

Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang di dapatkanpun kurang maksimal.

No comments:

Post a Comment